Rehabilitasi Dan Re-Edukasi Jadi Pemulihan Harapan Dan Reintegrasi Sosial: Kakanwil Ditjenpas Malut Monitoring Pelaksanaan Asesmen Warga Binaan
TERNATE - Proses asesmen terhadap warga binaan narkotika terus mendapat sorotan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku Utara dalam melaksanakan monitoring pelaksanaan asesmen terhadap rehabilitasi dan re-edukasi. Pengawasan ini menunjukkan bahwa reintegrasi sosial harus dijamin dengan baik melalui mekanisme asesmen yang tepat aktual dan sasaran, Rabu (07/10).
Monitoring yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIT tersebut dipimpin langsung Kakanwil Bagus Kurniawan, didampingi jajaran staf. Proses asesmen ini merupakan tindak lanjut atas arahan pimpinan pusat sekaligus bagian dari upaya memastikan pelaksanaan asesmen berjalan secara objektif, terukur, dan sesuai kebutuhan pembinaan warga binaan.
Asesmen menjadi tahapan penting dalam pelaksanaan rehabilitasi dan reedukasi karena memberikan gambaran mengenai kondisi, kebutuhan, serta tingkat permasalahan yang dihadapi warga binaan. Terdapat tiga Unit Pelaksana Teknis yang mendapat pengawasan langsung dari Kakanwil yakni, ,Lapas Kelas IIA Ternate, Rutan Kelas IIB Ternate, dan Bapas Kelas II Ternate.
“Proses asesmen tidak berhenti pada penilaian, tetapi asesmen menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan. Karena itu, pengetahuan tim asesor terus diperkuat agar program rehabilitasi dan re-edukasi berjalan tepat sasaran,” ujar Bagus.
Melalui monitoring tersebut, Kakanwil juga memberikan penguatan kepada Tim Asesor Bapas Ternate agar dapat memberikan dukungan secara optimal kepada UPT Pemasyarakatan di Kota Ternate. Kolaborasi antara Tim Asesor Lapas, Rutan, dan Bapas Ternate dinilai penting untuk memastikan hasil asesmen dapat ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing warga binaan.